Jumat, 17 Mei 2013

The Great Seer & Warrior Baek Dong Soo

Lanjutan dari Saeguk, tanpa cinta ecek-ecek ...

Dua film, yang saya tonton, walaupun di-play speed tesendiri, tersebab hanya pengen tahu tentang sejarah Joseon (The Great Seer) dan masih rancu dengan sebab kenapa pangeran Mahkota Sado mati (Warrior Baek Dong Soo).

Jangan berharap pemain ganteng yoo! Gak ada! hehe...

Sedikit reviewnya:

1. The Great Seer

Film 'agak' baru, walaupun terlihat sepertinya  'fiksi' dengan tidak disebutkannya tokoh ini dalam sejarah Joseon sendiri. Bercerita tentang ahli fengshui dan alur perjalanan pengalihan dinasti Guryeo menjadi dinasti Joseon.
Mok Ji Sang, si ahli Fengshui (namun lebih disebut sang Penglihat) harus menemukan situs Ja Mi Won (tempat terbaik) sebagai tempat dibangunnya kerajaan baru. Beberapa ahli 'melihat' tersebut percaya bahwa Lee Seung Gye, adalah pewaris tempat tersebut dan mereka mendukung pemberontakan (terpaksa) yang dilakukan oleh Lee Seung Gye. Alih-alih ingin menjaga kerajaan, panglima militer Lee Seung Gye pun sebenarnya dipaksa memberontak karena kerajaan sendiri berada di pihak yang salah, pun mereka sudah mengetahui bahwa Lee Seung Gye adalah pemilik Ja Mi Won.

Rabu, 13 Maret 2013

Betapa Mulia Kedudukanmu, Wahai Ibu…

Oleh Ustadz Ari Wahyudi

Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya. Kakeknya berkata,

Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ibumu.” Lalu aku bertanya, “Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ibumu.” Lalu aku bertanya, “Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ibumu.” Lalu aku bertanya, “Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ayahmu. Kemudian kerabat yang terdekat dan seterusnya.” (HR. Tirmidzi, dinilai hasan al-Albani dalam al-Irwa’. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 34)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, ada seorang lelaki datang menemui dirinya dan menceritakan,

Suatu ketika aku melamar seorang perempuan, akan tetapi dia tidak mau menikah denganku. Lalu ada orang selainku yang melamarnya dan dia pun mau menikah dengannya. Aku merasa cemburu kepadanya, hingga aku pun membunuhnya. Apakah aku masih bisa bertaubat?”. Beliau -Ibnu Abbas- bertanya, “Apakah ibumu masih hidup?”. Dia menjawab, “Tidak.” Lalu Ibnu Abbas mengatakan, “Kalau begitu bertaubatlah kepada Allah ‘azza wa jalla dan dekatkanlah dirimu kepada-Nya sekuat kemampuanmu.” ‘Atha’ bin Yasar berkata: Aku menemui Ibnu Abbas dan bertanya kepadanya, “Mengapa engkau bertanya tentang apakah ibunya masih hidup?”. Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui ada suatu amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla daripada berbakti kepada seorang ibu.” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 34)

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan:

Ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin ikut berjihad. Maka beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”. Dia menjawab, “Iya.” Maka beliau bersabda, “Kalau begitu berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam al-Irwa’, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 39)

Dari Abu ‘Amr asy-Syaibani, dia berkata:

Pemilik rumah ini -beliau mengisyaratkan dengan tangan menunjuk rumah Abdullah (Ibnu Mas’ud)- menuturkan kepadaku. Beliau berkata: Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan apakah yang paling dicintai Allah ‘azza wa jalla?”. Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” Beliau -Ibnu Mas’ud- berkata, “Beliau menuturkan itu semua kepadaku. Seandainya aku meminta tambahan niscaya beliau akan menambahkan.” (HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam al-Irwa’. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 33)

Dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu, beliau berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian, dosa besar yang paling besar?” Beliau mengulanginya sampai 3 kali. Mereka -para Sahabat- menjawab, “Tentu saja wahai Rasulullah!”. Maka beliau bersabda, “Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau pun duduk setelah sebelumnya bersandar. Beliau meneruskan, “Ketahuilah, demikian pula berbicara dusta.” Beliau terus mengulangi ucapannya itu sampai-sampai aku berkata, “Mudah-mudahan beliau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam Ghayat al-Maram, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 37)

Allahummaghfir lanaa wa li waalidainaa warham-humaa kamaa rabbayaanaa shighaaraa…

dari: PemudaMuslim.com

Selasa, 12 Maret 2013

Rumah para Bidadari

Rumahku nyaman, meski terlihat tak sebagus rumah-rumah lain yang berjejer rapi....
Namun kami betul-betul nyaman, dengan rumah kami...

Kami berenam, dalam sebuah rumah, aslinya tak selalu lengkap namun kami sangat nyaman,
Adakalanya rumah kami nampak suram, ya, begitulah dunia...
Dusta jika kita kata hanya katakan hanya bahagia yang ada di dunia, kata Mom, bahagia hanya di akhirat semata melelang tanpa henti...

Rumah para Bidadari, sebab kami berenam, hanya satulah lelaki, ayah kami, nahkoda kami...
Kami sempat punya satu panglima, tetapi Allah lebih berkehendak memintanya kembali sebelum beranjak dewasa...

Semuanya lahir dengan kasih sayang, dari Allah, orangtua dan keluarga kami...
Rumah para bidadari, walau tak selalu cerah sebiru langit, malam selalu beri pengharapan akan datangnya pagi...
Walau berbatas manusia, namun kami punya harapan dengan harapan selebih semesta, kepada sang pemimpin Arsy...

Insya Allah, rumah Bidadari kami berbarakah indah...
Sebab, Allah muliakan dengan kasih sayangnya yang begitu melimpah...

Aamiin,

*Tulisan ini, dalam merindu rumah para Bidadari di Lombok ^_^

Sabtu, 09 Maret 2013

Sakit Leher karena Salah Duduk di Motor

Assalamu'alaikum,

Demi kesehatan dan kenyamanan saat beraktifitas, saya sampaikan satu pengalaman saya tentang naik motor dengan posisi menyamping.

2 bulan menjalani kuliah malam, saya harus pulang ke rumah dengan ojek.Waktu dan keamanan menjadi pilihan utama, walaupun kocek yang harus dirogoh lebih besar. Namun yang menjadi masalah, setiap malam saya merasakan sakit leher di sebelah kanan, sampai membengkak di atas belakang kepala dekat telinga. Saya sudah mencoba beberapa tips merenggangkan bada, pundak sampai kepada membeli salonpas untuk menringakan nyeri atau minyak-minya pijat.

Sampai ketika itu mulai diberitakan perihal kebijakan daerah Aceh tentang kewajiban duduk menyamping di motor. Kemudian saya searching-searching tentang bagaimana kebaikan naik motor dengan posisi menyamping. Ternyata hal ini bisa menimbulkan syaraf terjepit.

Syaraf terjepit dikarenakan posisi duduk menyamping dengan kepala/ pandangan menghadap ke arah tujuan. Jadi dengan kata, kita melihat ke sebelah kanan/kiri --> arah tujuan, padahal posisi duduk seharusnya dengan pandangan lurus saja. Apalagi dengan membawa beban berat dalam tas. Percayakan diri anda pada pengendara.

Jadi, apabila anda mengalami hal-hal di atas, dan sulit mendapatkan jawaban mengapa. Tidak jantungan, masuk angin juga tidak, silakan terapkan posisi duduk menyamping di belakang motor dengan benar.

Allahu'alam, wassalam...

Senin, 14 Januari 2013

Habibie, Science True Love

I do love him, saya benar-benar kagum dengan kecerdasan eyang satu ini...


Kemarin, bertempat di Grand Studio MetroTV, saya hadir di taping acara MTGW, Mario Teguh Golden Ways. Hanya berniat untuk memenuhi keinginan 2 teman saya yang ingin menonton acara ini. Saya antarkan mereka sampai ke Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Saya tidak tahu menahu, bahwa untuk taping ke-2 yang berjudul "True Love" dihadiri oleh bintang tamu super, presiden ke-3 republik Indonesia. Saya baru tahu ketika taping pertama berjudul "Garbage In Garbage Out" akan dimulai.

Bapak Mario berkata,
 "Sudah sepantasnya kita semua berterimakasih kepada Tuhan diberi kesempatan duduk dalam satu ruangan dengan orang hebat hari ini." Subhanallah, alhamdulillah...

Saya masih belum menyadari seperti apa hebatnya eyang Habibie sampai ketika beliau mulai bicara.

Pak Mario : "Supaya lebih akrab, bagaimana saya harus memanggil anda? Apakah pak Profesor, pak Doktor? atau ... "
Eyang Habibie : "Panggil saja ... Eyang!"


Pak Mario : "Sampaikan kepada kami, satu kalimat singkat yang bisa kami pahami mengenai cinta!"
Eyang Habibie : " Cinta adalah dimana 1 + 1 + 1 bukan sama dengan 3 namun 30 ... 300 ... 300 ... 3.000.000 .... se-eskalasi, tidak terhingga."

Senin, 24 Desember 2012

Dua Hal sebab Saya tidak ucapkan selamat ketika Natal!

Assalamu'alaikum,

Hebohnya beberapa hari ini, dengan pernyataan "Ucapan selamat Natal, haram kah?" atau hal-hal yang mendekati. Sekarang saya beri sebab pribadi:

  1. Untuk perayaan natal sendiri, 25 Desember dimana bukanlah saat musim kurma yang sedang masak, sedangkan diceritakan di dalam al-Qur'an bahwa wanita tersuci, Maryam melahirkan nabi Isa 'alaihi salam saat ia lemah dan hanya memakan kurma masak yang jatuh dari pohonnya sekitar bulan Maret/April. Ini sudah menjelaskan perkara bahwa 25 Desember lebih identik dengan lahirnya yang disebut mereka tuhan Matahari, esok bukanlah hari nabi Isa lahir, jadi saya tak mengimami apapun yang perkaranya menyimpang dari yang Allah ajarkan.
  2. Sulit memerhatikan bahwa, disetiap kata-kata yang kita ucapkan adalah doa, adalah bentuk permintaan, bentuk perizinan, bentuk kata hati, seperti teko yang dituang, atau yang dimasukkan. Dengan berkata, maka ada dua kemungkinan, pertama mengeluarkan isi hati yang kedua memasukkan isi ke dalam hati. Hal pertama mungkin sudah dikenal, dan yang kedua, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:
    • Apakah anda merasa nyaman ketika berdzikir? Menginggat Allah?
    • Dan, ketika anda tertawa terbahak-bahak sambil mencela-cela dan mengumpat, adakah perasaan buruk setelahnya (jika anda tidak terbiasa melakukan hal ini)?

Maka pahamilah kekuatan sebuah kata,sedikit. Tidak mengurangi hukumnya ^^" berkurangnya iman, yang terletak di hati, lisan dan perbuatan. Sebabnya lah perlu amat hati-hati dijaga kebaikannya.

Allah menjaga kita dengan peraturan terbaik di muka bumi, maka apakah yang kita ragukan?

Semoga bermanfa'at!

Rabu, 12 Desember 2012

IT : Must be Muslim's Power

Ini dia, topik hangat yang harus saya bahas dan selesaikan malam ini, sungguh, setelah saya sampaikan saya lebih berharap kita paham apa yang terjadi di dunia ini, secara keseluruhan.

Seperti sebuah pohon dengan penuh sarang laba-laba, penuh sekali, bahkan tanpa sadar bisa jadi muslim terkena racun para laba-laba (baca : zionis), dan mereka sedang menertawakan kita dengan perasaan angkuh berkata "saya menguasai seluruh informasi di dunia".

Minggu, 02 Desember 2012

Memahami IT dari sisi Islam

Bertahun-tahun, saya dihinggapi pertanyaan yang saya mesti jawab sendiri.

"Untuk apa belajar IT?"

Untuk apa memahami teknologi jika agama yang kita punya sudah mencakup keseluruhan ideologi manusia di atas bumi? Ahh, saya berbulan-bulan galau memikirkan untuk apa saya belajar programming sedangkan saya muslim. Ditilik dari segi dakwahnya sangat kurang dan lagi, keperluan waktu yang banyak membuat saya kurang yakin jalan ini. Dengan belajar IT belum tentu saya punya waktu belajar agama, atau sebaliknya. Hati saya cemburu pada peminat ilmu yang lain dan saya benar-benar galau.

Tapi kali ini saya tak perlu galau, apalagi cemburu dengan para aktivis dakwah lainnya, aktivis ekonomi syariah, aktivis hukum syariah, aktivis syariah yang jelas kuliah dengan jurusan agama, dan lainnya. Saya bangga, karena saya aktivis informatika syariah, hihihi, kosakata baru ^^"

Kemarin saya sibuk di UI, FUKI Fair 3, Masjid Ukhuwah Islamiyah, seminar yang niatnya mengisi waktu seminggu ini yang kebanyakan kosong, seminar yang tidak sengaja diketahui 1 hari sebelumnya, alhamdulillah, pulang bawa oleh-oleh dua lembar sertifikat. Alhamdulillah ^^"